ANATOMI DAUN (PENDAHULUAN)

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

            Anatomi yaitu ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan dalam dari       tumbuh-tumbuhan baru berkembang dengan penemuan mikroskop oleh Leuwenhoek. Dalam anatomI dipelajari bentuk dan susunan tumbuhan yakni: sel, jaringan, struktur akar, batang, daun yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan. (Napitupulu, 2010)

            Angiospermae merupakan kehidupan tumbuhan dominan dalam era geologi yang kita diami. Kelompok ini merupakan produk suatu garis panjang dalam perkembangan evolusioner yang telah mencapai kulminasi pada organ reproduksi yang amat khusus yang kita kenal sebagai bunga. Sejumlah famili angiospermae telah amat meluas dalam akhir-akhir ini, dan mungkin akan menjadi komponen flora yang lebih berarti dalam abad yang akan datang. (Tjitrosomo, 1983)

            Angiospermae merupakan tumbuhan berpembuluh, berbiji tertutup. Organ vegetatif tumbuhan ini terdiri dari akar, batang dan daun. Akar, batang dan daun terdiri dari 3 sistem jaringan yang sama yaitu: sistem jaringan termal terdapat pada bagian terluar tubuh tumbuh-tumbuhan. (http://web.ipb.ac.id, 2010)

            Pada kloroplast terdapat klorofil, diantaranya kloprofil a. Klorofil tersebut berfungsi untuk : a) panen cahaya, b) mengubah energi cahaya menjadi energi kimia,     c) penyumbang elektron utama (P 680 dan P 700), d) penerima elektron utama dan         e) flouresensinya dapat digunakan sebagai alat pemeriksa. (Supriyono dkk., 2010)

            Baik dari segi morfologi maupun anatomi, daun merupakan organ yang amat beragam. Struktur jaringan pembuluh dalam tangkai dan tulang daun utama biasanya mirip dengan bagian dalam batang. Ciri paling penting pada daun adalah bahwa pertumbuhan apeksnya segera terhenti. Pada beberapa tumbuhan paku, meristem tersebut tetap aktif selama waktu yang cukup lama. Pada paku lain, seperti Ophioglossum dan pada Spermatophyta, aktifitas meristem apeks daun segera terhenti, sementara bentuk dan ukuran daun ditentukan oleh petumbuhan interkalar dan marginal. (Hidayat, 1995)

            Klasifkasi angiospermae menjadi dikot dan monokot yaitu berdasarkan sejumlah perbedaan, baik vegetatif struktur bunga dan bijinya. Dikot bercirikan adanya dua dikotiledon atau daun lembaga pada embrio sedangkan pada monokot bercirikan adanya satu kotiledon dan tidak adanya lembaga daun pada embrio. (Tjitrosomo, 1983)

 

Tujuan Percobaan

            Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk melihat anatomi batang monokotil dari tanaman jagung (Zea mays L.) dan batang dikotil dari tanaman kedelai (Glycine max Merr.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegunaan Percobaan

-          Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti pratikal test di Laboratorium Anatomi Tumbuhan Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan .

-          sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.

           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANATOMI DAUN (TINJAUAN PUSTAKA)