ANATOMI DAUN (TINJAUAN PUSTAKA)

 

TINJAUAN PUSTAKA

Jagung (Zea mays L.)

Menurut Rukmana (1997), tanaman jagung (Zea mays L.) diklasifikasikan sebagai berikut :

Kingdom         :  Plantae

Divisio             :  Spermatophyta

Subdivisio       :  Angiospermae

Kelas               :  Monocotyledonae

Ordo                :  Poales

Family             :  Poaceae

Genus              :  Zea

Spesies            :  Zea mays L.

Jagung memiliki sistem akar serabut (radix adventica) yaitu akar lembaga. Akar jagung dapat mencapai kedalaman 8 meter walaupun pada umumnya berada pada kisaran 2 meter. Pada jagung yang cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu untuk menyokong/menyangga tegaknya tanaman (Hariyono,2007)

Batang tanaman jagung beruas-ruas (berbuku-buku) dengan jumlah ruas bervariasi antara 10 – 40 ruas. Tanaman jagung umumnya tidak bercabang. Panjang batang jagung berkisar antara 60 cm – 300 cm, tergantung pada tipe jagung. Ruas-ruas batang bagian atas berbentuk silindris dan ruas-ruas batang bagian bawah berbentuk bulat agak pipih (Rukmana, 1997).

Daun jagung merupakan daun yang sempurna/lengkap karena memiliki helaian daun (lamina), tangkai daun (patiolus), dan upih/pelepah daun (vagina). Bangun daunnya adalah bangun pita (ligulatus), ujung daunnya runcing (acutus), batang daunnya seperti memeluk batang, tepi daun rata (integer), permukaan daun ada yang licin (leavis) dan ada yang berambut. (Hariyono, 2007)

Bunga jantan berupa tassel pada teosinte maupun jagung terletak pada bagian atas dan memproduksi pollen atau serbuk sari. Produksi serbuk sari ditandai oleh pecahnya kantong sari pada tassel, dan bila bunga betina sudah berambut maka penyerbukan akan berlangsung. (Iriany dkk, 2010)

Buah pada jagung merupakan buah sejati tunggal yang kering yang hanya mengandung satu biji dan biasanya kalau buah ini masak tidak akan pecah (indehiscens). Buahnya termasuk buah padi (caryopus), yang memiliki ciri buah berdinding tipis. (Hariyono, 2007)

Biji hanya terdapat satu dalam buah dan berdekatan dengan kulit buah. Kita sering kali tidak dapat membedakan buah dengan bijinya. (Hariyono, 2007)

 

Kacang Kedelai (Glycine max (Linn.) Merrill.)

            Menurut rukmana (1997), tanaman mangga (Mangifera indica L.) diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom                     : Plantae

Divisio                         : Spermatophyta

Sub Divisio                 : Angiospremae

Kelas                           : Dicotyledoneae

Ordo                            : Anacardiales

Famili                          : Anacardiaceae

Genus                          : Glycine   

Spesies                        : Glycine max (Linn.) Merrill.           

Kedelai berakar tunggang yang bercabang-cabang, sangat panjang hingga bisa mencapai 6 meter. Akar cabang makin ke bawah semakin sedikit, paling banyak akar cabang pada kedalaman lebih kurang 30-60 cm. (Widiarsih, 2007)

            Batang disusun oleh empat jaringan dasar, yaitu epidermis, vaskular, pertumbuhan dan jaringan meristem. Jaringan itu juga memiliki persamaan fungsi dengan jaringan dasar pada bagian tanaman. Jaringan batang memiliki karakteristik yang berbeda. Batang muda dilapisi oleh lapisan endodermis yang transparan. (Uno et al., 2001)

            Daun yang masih muda biasanya berwarna merah kemerahan, keunguan atau kekuningan, yang dikemudian hari akan berubah pada bagian permukaan sebelah atas menjadi hijau mengkilat, sedangkan bagian permukaan bawah berwarna hijau muda. Umur daun bisa mencapai satu tahun lebih.           (Widiarsih, 2007)

            Bunga berukuran 5-8 mm yang berada diranting ujung pohon. Berwarna hijau kekuning-kuningan, berbentuk cekung, bebas dan berambut. Merupakan daun majemuk yang berkantung dalam malai, bercabang banyak di ujung ranting. Ada kemungkinan cabang bunga kedua ini mempunyai suatu kelompok yang terdiri dari tiga bunga yang bercabang tiga. (Purseglove, 1982)

            Buah kedelai termasuk kelompok buah batu (drupa) yang berdaging, dengan bentuk yang beragam. Panjang buah kira-kira 5,5-30 cm. pada bagian ujung buah ada bagian yang runcing yang disebut paruh. Diatas paruh ada bagian yang membengkok yang disebut sinus, yang dilanjutkan ke bagian perut. (Widiarsih, 2007)

            Biji gepeng memanjang tertupup endokarp, mengayu dan berserat. Biji ini berwarna putih. Biji terdiri dari dua keping, ada yang monoembrional dan ada pula yang poliembrional. (Purseglove, 1982)

 

Anatomi Daun Tumbuhan

            Pada primordia daun monokotiledon, proses pertumbuhan apikal dan marginal itu sekaligus pada plastokron awal. Hal ini bertentangan dengan perkembangan daun dikotiledonae. (Fahn, 1993)

            Pada daun monokotil, mesophyl sering tidak menunjukkan pemisahan antara palisade dengan spons, walaupun sel-sel yang dibawah epidermis sering tersusun lebih teratur dari lainnya. Fiber sering pula dijumpai, terletak di atas dan atau di bawah berkas pembuluh dan sering-sering di pinggir daun.         (Napitupulu, 2010)

            Daun monokotiledon yang terbentuk secara vertikal, tanpa pemisahan sisi adaksial dan sisi abaksial, disebut daun unifasial. Tipe daun seperti ini diduga berkembang berdasarkan pola simpodial. Meristem apikal primer pada primordiumnya dianggap yang menimbulkan pertumbuhan radial yang mula-mula. (Fahn, 1993)

            Pada dikotil, pelepah sekaligus berkas yang berukuran sedang mempunyai sambungan yang salah satu atau kedua epidermis. Sel-sel perpanjangan pelepah berkas ini tidak mengandung kloroplast karena sifat dan letaknya maka perpanjangan ini merupakan penunjang mekanis untuk helaian daun.    (Tjitrosomo, 1990)

            Tumbuhan dikotil herba mempunyai daun-daun yang kurang berkembang. Palisade sering tidak ada, ruang-ruang antarsel besar-besar, epidermis sering dengan kutikula tipis, dan stomata biasa dari jenis phanerophor.          (Napitupulu, 2010)

            Daun juga memiliki peran dalam phyllotaksis yang dapat ditentukan berdasarkan perhitungan susunan duduk daun untuk menghitung umur dari tanaman. Setiap kali daun tumbuh berputar mengelilingi batang maka umurnya adalah sekitar satu tahun periode. (Bilgrami et al., 1998)

           

 

           

 

 

 

 

 

Komentar